Kamis, 08 September 2016

Cara mengukur Coil yang diberikan tegangan :

1. Putar selector avo pada bagian DCV atau ACV tergantung posisi Coil tsb, apakah dia berada pada jalur ACV atau DCV (kuncinya jika posisi Coil berada sebelum dioda pada pcb, maka itu adalah jalur ACV, namun jika posisi Coil berada sesudah dioda, maka itu adalah jalur DCV), klu pada PS 2 umumnya itu adalah jalur DCV, krn sudah disearahkan arusnya oleh dioda yg terdapat pada blok Power supply.
2. Pilih skala pengukuran, disini kita ambil contoh saja cara mengukur tegangan pada ps 2 yg sudah searah (Direct Current Voltage), misalkan tegangan yg akan di ukur tidak akan melebihi dari 12 V, maka pilihlah skala di atas beban yang akan di ukur pada bagian DCV??? agar avometer kita bisa menjadi awet. jika tegangan beban yang di ukur maks. 12 DCV, maka skala yg dipilh pada 50 DCV
(mengapa kita memilih skala 50 v disini, maksudnya adalah bahwa avo yg kita gunakan dapat mengukur tegangan maks. sampai 50V).
3. Tempelkan jarum hitam avo pada bagian ground pcb, sedangkan jarum merah avo pada bagian kutub Coil
4. Lihat hasil pengukuran tegangan pada avometer, maka akan menunjukkan pada nilai tegangan tertentu??? namun jika hasil pengukuran tegangan pada kaki/kutub Coil menunjukkan pada nilai tegangan 0 v/tidak ada tegangan, maka terdapat permasalahan pada jalur yang berhubungan dengan Coil tersebut, atau bisa jadi juga si Coil sendirilah yang menjadi biang keroknya, sehingga tegangan terukur menjadi drop/tidak ada tegangan/tegangan terputus, tapi jika di ukur pada kutub coil yang lainnya terdapat nilai tegangan tertentu.
5. Telusuri akar permasalahan tersebut, dan lakukan juga pengukuran secara offboard. guna memastikan hasil pengukuran. apakah Coil putus atau tidak????
NB: Fungsi Coil sebagai penghantar arus/jumper arus dan tegangan, dari satu komponen ke komponen yang lain???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar